Saat kita bergerak di kehidupan sehari-hari kita di dunia, kita sebagai manusia membuat penilaian tentang diri kita dan juga orang lain, menilai pikiran dan status kita terhadap apa yang kita rasakan di sekitar kita. Anda mungkin akan berpikir Anda akan bisa atau sudah melakukan sesuatu dengan jauh lebih baik, atau jauh lebih buruk daripada orang lain. Dan, tampaknya semua orang melihat juga dunia seperti apa yang Anda nilai, atau sebaliknya: bahwa seluruh ide yang muncul dari diri Anda adalah benar-benar unik, berbeda.
Penilaian sosial ini dapat muncul secara bertentangan, tetapi Model Sampling Sosial (SSM) baru, yang diterbitkan dalam Psychological Review, menunjukkan bahwa mereka dapat dijelaskan dengan teori kuantitatif tunggal. Para peneliti — SFI Profesor Mirta Galesic, Profesor Eksternal Henrik Olsson, dan Jörg Rieskamp (Profesor di Universitas Basel) — mengatakan penilaian sosial sangat bergantung pada bagaimana komposisi lingkaran sosial di masyarakat.
"Lingkaran sosial kita — teman-teman dan keluarga kita — sering menjadi satu-satunya sumber informasi yang kita miliki tentang karakteristik-karakteristik berbeda yang ada di dunia sosial secara lebih luas, seperti frekuensi masalah kesehatan atau konflik dengan pasangan," kata Olsson. Ini berarti bahwa proses kognitif yang sama akan menghasilkan penilaian yang berbeda tentang populasi yang lebih luas tergantung pada lingkaran sosial masyarakat.
Misalnya, anggota Partai Demokrat di AS mungkin berpikir bahwa pandangan mereka lebih lazim pada populasi secara umum dibandingkan Partai Republik. Namun, SSM memprediksi bahwa ini hanya akan terjadi pada orang-orang yang teman-temannya cenderung berbagi pandangan mereka. Bagi Partai Demokrat yang memiliki lingkaran sosial yang lebih beragam, efeknya dapat berbalik: mereka dapat berpikir bahwa pandangan mereka lebih jarang dalam populasi keseluruhan dibandingkan Partai Republik. Para peneliti menemukan bukti tentang hal ini dan prediksi SSM lainnya dalam beberapa studi empiris.
Untuk memahami kapan dan mengapa terjadi bias penilaian sosial, kita perlu mempelajari bagaimana proses kognitif individu berinteraksi dengan struktur jejaring sosial. Penjelasan sebelumnya tentang penilaian sosial sering terfokus hanya pada salah satu aspek sistem sosial yang kompleks ini.
Galesic memberikan analogi seperti ini:
"Pertimbangkan dua koki yang menggunakan resep salsa yang sama tetapi dengan cabai dari berbagai daerah. Rasa salsa hidangan mereka akan muncul dengan sangat berbeda. Tanpa mengenali perbedaan dalam cabai, orang mungkin berpikir bahwa koki telah menggunakan resep yang berbeda. Sama halnya, dua orang dapat bergantung pada proses kognitif yang sama untuk membuat penilaian sosial tentang keseluruhan populasi, tetapi jika mereka bergantung pada lingkaran sosial yang berbeda, mereka bisa muncul dengan penilaian yang berbeda."
Pemahaman yang lebih baik akar penilaian sosial memiliki implikasi penting untuk menetapkan kebijakan publik dan juga bagi keputusan individu. Cara kita memandang dunia sosial kita akan memengaruhi cara kita menilai situasi kita sendiri dan bagaimana kita menetapkan tujuan pribadi kita.
Itu juga dapat memengaruhi keyakinan kita tentang kebijakan publik apa (misalnya yang ditujukan untuk redistribusi kekayaan atau mengurangi imigrasi) yang dibutuhkan masyarakat, kata Galesic dan Olsson.
Santa Fe Institute
Penilaian sosial ini dapat muncul secara bertentangan, tetapi Model Sampling Sosial (SSM) baru, yang diterbitkan dalam Psychological Review, menunjukkan bahwa mereka dapat dijelaskan dengan teori kuantitatif tunggal. Para peneliti — SFI Profesor Mirta Galesic, Profesor Eksternal Henrik Olsson, dan Jörg Rieskamp (Profesor di Universitas Basel) — mengatakan penilaian sosial sangat bergantung pada bagaimana komposisi lingkaran sosial di masyarakat.
"Lingkaran sosial kita — teman-teman dan keluarga kita — sering menjadi satu-satunya sumber informasi yang kita miliki tentang karakteristik-karakteristik berbeda yang ada di dunia sosial secara lebih luas, seperti frekuensi masalah kesehatan atau konflik dengan pasangan," kata Olsson. Ini berarti bahwa proses kognitif yang sama akan menghasilkan penilaian yang berbeda tentang populasi yang lebih luas tergantung pada lingkaran sosial masyarakat.
Misalnya, anggota Partai Demokrat di AS mungkin berpikir bahwa pandangan mereka lebih lazim pada populasi secara umum dibandingkan Partai Republik. Namun, SSM memprediksi bahwa ini hanya akan terjadi pada orang-orang yang teman-temannya cenderung berbagi pandangan mereka. Bagi Partai Demokrat yang memiliki lingkaran sosial yang lebih beragam, efeknya dapat berbalik: mereka dapat berpikir bahwa pandangan mereka lebih jarang dalam populasi keseluruhan dibandingkan Partai Republik. Para peneliti menemukan bukti tentang hal ini dan prediksi SSM lainnya dalam beberapa studi empiris.
Untuk memahami kapan dan mengapa terjadi bias penilaian sosial, kita perlu mempelajari bagaimana proses kognitif individu berinteraksi dengan struktur jejaring sosial. Penjelasan sebelumnya tentang penilaian sosial sering terfokus hanya pada salah satu aspek sistem sosial yang kompleks ini.
Galesic memberikan analogi seperti ini:
"Pertimbangkan dua koki yang menggunakan resep salsa yang sama tetapi dengan cabai dari berbagai daerah. Rasa salsa hidangan mereka akan muncul dengan sangat berbeda. Tanpa mengenali perbedaan dalam cabai, orang mungkin berpikir bahwa koki telah menggunakan resep yang berbeda. Sama halnya, dua orang dapat bergantung pada proses kognitif yang sama untuk membuat penilaian sosial tentang keseluruhan populasi, tetapi jika mereka bergantung pada lingkaran sosial yang berbeda, mereka bisa muncul dengan penilaian yang berbeda."
Pemahaman yang lebih baik akar penilaian sosial memiliki implikasi penting untuk menetapkan kebijakan publik dan juga bagi keputusan individu. Cara kita memandang dunia sosial kita akan memengaruhi cara kita menilai situasi kita sendiri dan bagaimana kita menetapkan tujuan pribadi kita.
Itu juga dapat memengaruhi keyakinan kita tentang kebijakan publik apa (misalnya yang ditujukan untuk redistribusi kekayaan atau mengurangi imigrasi) yang dibutuhkan masyarakat, kata Galesic dan Olsson.
Santa Fe Institute
Comments
Post a Comment