Apa Anda pernah bangun di pagi hari dan melihat pasangan yang cemberut, kesal karena Anda ngobrol panjang lebar saat tidur malam? Nah, ini baru satu contoh dari banyak hal aneh yang bisa terjadi saat kesadaran kita sedang di "awang-awang".
Meskipun belum diketahui secara jelas berapa banyak orang yang mengalami parasomnia, atau gangguan tidur, kemungkinan besar Anda - atau orang yang Anda kenal - sudah mengalami setidaknya satu peristiwa semacam itu.
Parasomnia sering dikaitkan dengan tindakan atau perilaku mengganggu, dan membuatnya menjadi lebih aneh karena dilakukan saat seseorang tidur, sementara mereka sendiri benar-benar dalam kondisi tidak sadar.
Meskipun hal-hal aneh yang dilakukan saat tidur mungkin terhubung dengan adanya gangguan tidur, pada kenyataannya, ini kejadian fisiologis normal yang sangat umum.
Medical News Today memberitahukan lima hal paling aneh yang dilakukan orang saat mereka sedang tidur nyenyak.
1. Tidur berbicara
Tidur berbicara, atau somniloquy, adalah fenomena fisiologis umum, dan dilaporkan lebih sering terjadi pada anak-anak dan remaja, meskipun itu bukan kejadian yang tidak biasa pada orang dewasa.
Penelitian yang dilakukan Dr. Isabelle Arnulf dari Rumah Sakit Pitié-Salpêtrière di Paris, Prancis, menyelidiki apa saja kata-kata yang mungkin dilontarkan orang yang berbicara sambil tidur, dan menemukan bahwa, dalam 10 persen kasus, tidur berbicara dipenuhi kata-kata makian dan konten negatif.
Bahkan, kata-kata umpatan muncul 800 kali lebih sering selama tidur daripada yang biasa mereka lakukan saat obrolan siang.
Dr. Arnulf mencatat hal ini mungkin karena tidur berbicara mungkin terjadi sebagai respons terhadap situasi mimpi negatif yang membuat bicara impulsif dan tidak terarah tersebut dapat dimaklumi.
Shelly Weiss yang menuliskan catatannya di buku Parasomnias, menjelaskan bahwa episode tidur berbicara dapat terjadi pada setiap tahapan tidur dan bahwa mereka "hanya mengganggu orang lain," yaitu, teman tidur.
Weiss juga menjelaskan kemungkinan adanya situasi eksternal yang "mungkin mengendap" yang membuat orang tidur sambil berbicara.
Hal itu termasuk demam karena sakit, mengalami stres dan kecemasan selama kehidupan sehari-hari, kurang tidur, atau hidup dengan gangguan tidur.
2. Tidur sambil berjalan
Berjalan dalam tidur, atau somnambulism, mungkin merupakan tipe parasomnia yang paling terkenal, yang ditangkap jelas dalam imajinasi orang selama bertahun-tahun, dan ditampilkan menonjol di banyak literatur dan film.
Gangguan tidur ini biasanya terjadi selama tahap ketiga tidur non-rapid eye movement (NREM); ini adalah periode "tidur nyenyak" saat gelombang otak melambat, dan bernapas juga menjadi dalam dan lambat.
Orang yang mengalaminya tidak bisa terbangun dengan mudah di tahap ini, yang membuat berjalan dalam tidur menjadi begitu mengganggu, karena para "somnambul" tetap aktif secara fisik sementara masih tenggelam dalam keadaan tidur yang nyenyak.
Tetapi keanehannya tidak berhenti di sini saja.
Spesialis Frank Ralls dan Madeleine Grigg-Damberger menulis di Parasomnias bahwa tidur berjalan mungkin muncul tidak disengaja dan "tidak berada di sana" bagi siapa pun yang menyaksikan tindakan mereka.
"Episode tidur berjalan sering dimulai dengan individu yang duduk di tempat tidur, meraba-raba seprai, melihatnya dengan bingung sebelum bangun dari tempat tidur dan perlahan-lahan mulai berjalan ke sekitarnya. Mata biasanya terbuka, sering terbuka dengan lebar dengan tatapan kebingungan ...," kata Frank Ralls dan Madeleine Grigg-Damberger.
Mereka juga menambahkan "orang itu sering berjalan ke arah suara, cahaya, atau ruangan tertentu," dan mereka dapat terlibat dalam perilaku yang kompleks, seperti mengganti pakaian, membuka pintu, atau menggunakan kamar mandi.
@Perilaku tidur berjalan
Gangguan tidur berjalan yang terkait di sini adalah pola makan yang berkaitan dengan tidur, yakni orang-orang keluar dari tempat tidur, berjalan ke lemari es, dan memakan camilan, semuanya tanpa benar-benar dalam kondisi terbangun.
Perilaku makan biasanya kompulsif, dan keesokan paginya orang itu dapat bangun dan menemukan segunung bukti yang memberatkan - dan mengejutkan, dalam bentuk bungkus makanan dan wadah makanan kotor, seperti dalam studi kasus ini.
Namun ada beberapa perilaku berjalan dalam tidur yang jauh lebih berbahaya daripada sekadar makan berlebih. Salah satu contohnya adalah mengemudi saat tidur, yakni seseorang mengendarai kendaraan bermotor yang secara teknis berada dalam kondisi autopilot, dan sepenuhnya tidak sadar tindakan mereka.
Beberapa ilmuwan menuding kejadian ini akibat "korsleting" yang disebabkan alat bantu tidur tertentu, yang disebut "obat-z" - zolpidem dan zopiclone - meskipun tidak sepenuhnya jelas dimana salahnya sejauh ini.
@Tidur sambil SMS-an?
Meskipun belum ada penelitian ilmiah yang dilakukan untuk menjelaskan masalah ini, tampaknya berkirim SMS atau pesan singkat lain tidak jarang terjadi, terutama di kalangan remaja.
Selama beberapa tahun terakhir, berbagai media telah melaporkan kasus-kasus remaja yang menjadi malu saat mengetahui mereka telah mengirim beberapa pesan SMS atau pesan singkat lain ke teman-teman mereka atau orang yang mereka taksir ketika sedang tidur.
Seorang remaja putri mengatakan kepada The Atlantic bahwa dia bangun pada suatu pagi dan mengetahui dia telah berencana menemui mantan pacar, yang dia tidak ingat melakukannya dan segera menyesalinya.
Spesialis tidur telah menyatakan bahwa ini adalah kasus baru dalam hal gangguan tidur, dan perilaku tersebut belum tercantum dalam buku teks khusus.
Para spesialis sebagian besar menuding pada fakta bahwa banyak remaja kurang memiliki tidur yang sehat, karena sangat terpaku pada ponsel pintar mereka, berkirim pesan sampai larut malam, dan membolehkan "suara notifikasi" mengganggu tidur mereka.
3. Sigap tidur
Banyak dari kita mungkin akrab dengan fenomena sigap tidur, atau "sentakan hypnic".
Ini dicirikan dengan sensasi seperti jatuh dari ketinggian yang tinggi, atau tersandung, yang menyebabkan tubuh tersentak dan orang yang tidur menjadi terbangun - secara harfiah "dengan sigap."
Shelly Weiss mencatat bahwa sigap tidur "sering terjadi pada orang normal dan pada usia berapa pun," dengan prevalensi sekitar 60-70 persen pada orang dewasa; mereka tidak dianggap sebagai gangguan tidur.
Biasanya, kontraksi otot akan berlangsung kurang dari 1 detik, dan mereka terjadi saat seseorang akan mengalami transisi ke kondisi tidur, atau selama tahapan tidur ringan.
Beberapa sensasi yang tidak umum yang didaftarkan Weiss termasuk "mendengar suara seperti ucapan," dan persepsi yang menakutkan dari "ledakan keras atau kilatan cahaya," juga dikenal sebagai "sindrom kepala meledak."
Meskipun sigap tidur adalah kejadian normal, para ilmuwan menunjukkan ada faktor-faktor tertentu yang dapat meningkatkan kemungkinan hal itu terjadi. Menurut Weiss, ini termasuk, "kelelahan, stres emosional, kurang tidur, olahraga berat, dan sejumlah stimulan seperti kafein dan nikotin."
4. Tindakan seksual
Beberapa tindakan tidak sadar kontroversial yang paling sering dilakukan saat tidur adalah perilaku seksual, terutama ketika seseorang mencoba melibatkan rekan tidur bersamanya tanpa disadari.
Tindakan ini adalah karakteristik parasomnia yang dikenal sebagai "sexsomnia," yakni seseorang "menampilkan vokalisasi seksual, masturbasi, cumbuan, atau hubungan/percobaan hubungan seksual saat tidur - diikuti oleh amnesia pada pagi hari."
Demikian pula untuk tidur sambil berjalan, sexsomnia terjadi selama tahap tidur NREM, dan, menurut laporan kasus yang dipublikasikan bulan lalu, "hanya 95 kasus klinis" yang telah didokumentasikan hingga sekarang. Peneliti laporan itu juga menambahkan bahwa sebagian besar dari kasus-kasus ini menunjuk pada pria yang tidur.
Dalam beberapa kasus, sexsomnia hanyalah kejadian yang memalukan, bagi yang lain, dengan contoh yang lebih ekstrem, pelaku tidur seksual dapat berakhir dengan menyerang pasangan tidur secara seksual.
Tetapi karena fakta bahwa mereka tidak sadar dengan semua tindakan ini, dan mereka tidak bisa mengingatnya saat pagi hari, tindakan seksual yang kejam yang dilakukan selama tidur tetap menjadi masalah ketika akan dibawa ke pengadilan.
Para peneliti dari satu laporan kasus mencatat bahwa, dalam kasus yang mereka evaluasi, pasien yang terdampak sexsomnia berhasil mengontrol dirinya kembali terkait kejadian malam hari ini setelah menghadiri sesi psikoterapi yang menargetkan manajemen stres.
5. Bergerak dalam mimpi
Parasomnia yang dikenal sebagai gangguan perilaku tidur pergerakan mata cepat (REM), seperti tidur berjalan, ditandai dengan tindakan yang cukup kompleks ketika dalam kondisi sedang tidur.
Namun, ada beberapa perbedaan antara dua gangguan tidur tersebut.
Seperti namanya, gangguan perilaku tidur REM terjadi selama tahap tidur REM, ketika sebagian besar mimpi terjadi.
Individu dengan gangguan perilaku ini cenderung "bergerak" atau secara fisik menanggapi apa pun yang terjadi dalam mimpi mereka, yang tidak selalu menjadi hal bagus.
Seperti yang ditulis Sujay Kansagra dan Bradley Vaughn di Parasomnias, "Isi mimpi [...] dilaporkan menjadi lebih kasar saat dengan [gangguan perilaku tidur REM], dan melibatkan subjek diserang atau harus mempertahankan posisi atau hal lain."
Kansagra dan Vaughn juga mencatat bahwa sebagian besar individu dengan gangguan ini berusia di atas 50 tahun, meskipun insiden dan tingkat prevalensinya tidak jelas.
Orang-orang yang bermasalah seperti itu dapat membuat gerakan kacau yang sesuai dengan isi mimpi mereka, tetapi untungnya, mereka biasanya tidak secara fisik melakukan kekerasan, baik terhadap diri mereka sendiri atau orang lain.
Namun, perilaku kekerasan lebih sering terjadi pada pria daripada pada wanita dengan gangguan perilaku tidur REM.
Parasomnia ini dapat disebabkan oleh penggunaan pertama obat antidepresan oleh seseorang, tetapi stimulan seperti alkohol, kopi, dan cokelat juga dapat menjadi penyebabnya.
Selain itu, Kansagra dan Vaughn menunjukkan bahwa lebih dari 50 persen individu dengan narkolepsi - gangguan tidur lainnya - juga melaporkan gejala gangguan perilaku tidur REM.
Medical News Today
Meskipun belum diketahui secara jelas berapa banyak orang yang mengalami parasomnia, atau gangguan tidur, kemungkinan besar Anda - atau orang yang Anda kenal - sudah mengalami setidaknya satu peristiwa semacam itu.
Parasomnia sering dikaitkan dengan tindakan atau perilaku mengganggu, dan membuatnya menjadi lebih aneh karena dilakukan saat seseorang tidur, sementara mereka sendiri benar-benar dalam kondisi tidak sadar.
Meskipun hal-hal aneh yang dilakukan saat tidur mungkin terhubung dengan adanya gangguan tidur, pada kenyataannya, ini kejadian fisiologis normal yang sangat umum.
Medical News Today memberitahukan lima hal paling aneh yang dilakukan orang saat mereka sedang tidur nyenyak.
1. Tidur berbicara
Tidur berbicara, atau somniloquy, adalah fenomena fisiologis umum, dan dilaporkan lebih sering terjadi pada anak-anak dan remaja, meskipun itu bukan kejadian yang tidak biasa pada orang dewasa.
Penelitian yang dilakukan Dr. Isabelle Arnulf dari Rumah Sakit Pitié-Salpêtrière di Paris, Prancis, menyelidiki apa saja kata-kata yang mungkin dilontarkan orang yang berbicara sambil tidur, dan menemukan bahwa, dalam 10 persen kasus, tidur berbicara dipenuhi kata-kata makian dan konten negatif.
Bahkan, kata-kata umpatan muncul 800 kali lebih sering selama tidur daripada yang biasa mereka lakukan saat obrolan siang.
Dr. Arnulf mencatat hal ini mungkin karena tidur berbicara mungkin terjadi sebagai respons terhadap situasi mimpi negatif yang membuat bicara impulsif dan tidak terarah tersebut dapat dimaklumi.
Shelly Weiss yang menuliskan catatannya di buku Parasomnias, menjelaskan bahwa episode tidur berbicara dapat terjadi pada setiap tahapan tidur dan bahwa mereka "hanya mengganggu orang lain," yaitu, teman tidur.
Weiss juga menjelaskan kemungkinan adanya situasi eksternal yang "mungkin mengendap" yang membuat orang tidur sambil berbicara.
Hal itu termasuk demam karena sakit, mengalami stres dan kecemasan selama kehidupan sehari-hari, kurang tidur, atau hidup dengan gangguan tidur.
2. Tidur sambil berjalan
Berjalan dalam tidur, atau somnambulism, mungkin merupakan tipe parasomnia yang paling terkenal, yang ditangkap jelas dalam imajinasi orang selama bertahun-tahun, dan ditampilkan menonjol di banyak literatur dan film.
Gangguan tidur ini biasanya terjadi selama tahap ketiga tidur non-rapid eye movement (NREM); ini adalah periode "tidur nyenyak" saat gelombang otak melambat, dan bernapas juga menjadi dalam dan lambat.
Orang yang mengalaminya tidak bisa terbangun dengan mudah di tahap ini, yang membuat berjalan dalam tidur menjadi begitu mengganggu, karena para "somnambul" tetap aktif secara fisik sementara masih tenggelam dalam keadaan tidur yang nyenyak.
Tetapi keanehannya tidak berhenti di sini saja.
Spesialis Frank Ralls dan Madeleine Grigg-Damberger menulis di Parasomnias bahwa tidur berjalan mungkin muncul tidak disengaja dan "tidak berada di sana" bagi siapa pun yang menyaksikan tindakan mereka.
"Episode tidur berjalan sering dimulai dengan individu yang duduk di tempat tidur, meraba-raba seprai, melihatnya dengan bingung sebelum bangun dari tempat tidur dan perlahan-lahan mulai berjalan ke sekitarnya. Mata biasanya terbuka, sering terbuka dengan lebar dengan tatapan kebingungan ...," kata Frank Ralls dan Madeleine Grigg-Damberger.
Mereka juga menambahkan "orang itu sering berjalan ke arah suara, cahaya, atau ruangan tertentu," dan mereka dapat terlibat dalam perilaku yang kompleks, seperti mengganti pakaian, membuka pintu, atau menggunakan kamar mandi.
@Perilaku tidur berjalan
Gangguan tidur berjalan yang terkait di sini adalah pola makan yang berkaitan dengan tidur, yakni orang-orang keluar dari tempat tidur, berjalan ke lemari es, dan memakan camilan, semuanya tanpa benar-benar dalam kondisi terbangun.
Perilaku makan biasanya kompulsif, dan keesokan paginya orang itu dapat bangun dan menemukan segunung bukti yang memberatkan - dan mengejutkan, dalam bentuk bungkus makanan dan wadah makanan kotor, seperti dalam studi kasus ini.
Namun ada beberapa perilaku berjalan dalam tidur yang jauh lebih berbahaya daripada sekadar makan berlebih. Salah satu contohnya adalah mengemudi saat tidur, yakni seseorang mengendarai kendaraan bermotor yang secara teknis berada dalam kondisi autopilot, dan sepenuhnya tidak sadar tindakan mereka.
Beberapa ilmuwan menuding kejadian ini akibat "korsleting" yang disebabkan alat bantu tidur tertentu, yang disebut "obat-z" - zolpidem dan zopiclone - meskipun tidak sepenuhnya jelas dimana salahnya sejauh ini.
@Tidur sambil SMS-an?
Meskipun belum ada penelitian ilmiah yang dilakukan untuk menjelaskan masalah ini, tampaknya berkirim SMS atau pesan singkat lain tidak jarang terjadi, terutama di kalangan remaja.
Selama beberapa tahun terakhir, berbagai media telah melaporkan kasus-kasus remaja yang menjadi malu saat mengetahui mereka telah mengirim beberapa pesan SMS atau pesan singkat lain ke teman-teman mereka atau orang yang mereka taksir ketika sedang tidur.
Seorang remaja putri mengatakan kepada The Atlantic bahwa dia bangun pada suatu pagi dan mengetahui dia telah berencana menemui mantan pacar, yang dia tidak ingat melakukannya dan segera menyesalinya.
Spesialis tidur telah menyatakan bahwa ini adalah kasus baru dalam hal gangguan tidur, dan perilaku tersebut belum tercantum dalam buku teks khusus.
Para spesialis sebagian besar menuding pada fakta bahwa banyak remaja kurang memiliki tidur yang sehat, karena sangat terpaku pada ponsel pintar mereka, berkirim pesan sampai larut malam, dan membolehkan "suara notifikasi" mengganggu tidur mereka.
3. Sigap tidur
Banyak dari kita mungkin akrab dengan fenomena sigap tidur, atau "sentakan hypnic".
Ini dicirikan dengan sensasi seperti jatuh dari ketinggian yang tinggi, atau tersandung, yang menyebabkan tubuh tersentak dan orang yang tidur menjadi terbangun - secara harfiah "dengan sigap."
Shelly Weiss mencatat bahwa sigap tidur "sering terjadi pada orang normal dan pada usia berapa pun," dengan prevalensi sekitar 60-70 persen pada orang dewasa; mereka tidak dianggap sebagai gangguan tidur.
Biasanya, kontraksi otot akan berlangsung kurang dari 1 detik, dan mereka terjadi saat seseorang akan mengalami transisi ke kondisi tidur, atau selama tahapan tidur ringan.
Beberapa sensasi yang tidak umum yang didaftarkan Weiss termasuk "mendengar suara seperti ucapan," dan persepsi yang menakutkan dari "ledakan keras atau kilatan cahaya," juga dikenal sebagai "sindrom kepala meledak."
Meskipun sigap tidur adalah kejadian normal, para ilmuwan menunjukkan ada faktor-faktor tertentu yang dapat meningkatkan kemungkinan hal itu terjadi. Menurut Weiss, ini termasuk, "kelelahan, stres emosional, kurang tidur, olahraga berat, dan sejumlah stimulan seperti kafein dan nikotin."
4. Tindakan seksual
Beberapa tindakan tidak sadar kontroversial yang paling sering dilakukan saat tidur adalah perilaku seksual, terutama ketika seseorang mencoba melibatkan rekan tidur bersamanya tanpa disadari.
Tindakan ini adalah karakteristik parasomnia yang dikenal sebagai "sexsomnia," yakni seseorang "menampilkan vokalisasi seksual, masturbasi, cumbuan, atau hubungan/percobaan hubungan seksual saat tidur - diikuti oleh amnesia pada pagi hari."
Demikian pula untuk tidur sambil berjalan, sexsomnia terjadi selama tahap tidur NREM, dan, menurut laporan kasus yang dipublikasikan bulan lalu, "hanya 95 kasus klinis" yang telah didokumentasikan hingga sekarang. Peneliti laporan itu juga menambahkan bahwa sebagian besar dari kasus-kasus ini menunjuk pada pria yang tidur.
Dalam beberapa kasus, sexsomnia hanyalah kejadian yang memalukan, bagi yang lain, dengan contoh yang lebih ekstrem, pelaku tidur seksual dapat berakhir dengan menyerang pasangan tidur secara seksual.
Tetapi karena fakta bahwa mereka tidak sadar dengan semua tindakan ini, dan mereka tidak bisa mengingatnya saat pagi hari, tindakan seksual yang kejam yang dilakukan selama tidur tetap menjadi masalah ketika akan dibawa ke pengadilan.
Para peneliti dari satu laporan kasus mencatat bahwa, dalam kasus yang mereka evaluasi, pasien yang terdampak sexsomnia berhasil mengontrol dirinya kembali terkait kejadian malam hari ini setelah menghadiri sesi psikoterapi yang menargetkan manajemen stres.
5. Bergerak dalam mimpi
Parasomnia yang dikenal sebagai gangguan perilaku tidur pergerakan mata cepat (REM), seperti tidur berjalan, ditandai dengan tindakan yang cukup kompleks ketika dalam kondisi sedang tidur.
Namun, ada beberapa perbedaan antara dua gangguan tidur tersebut.
Seperti namanya, gangguan perilaku tidur REM terjadi selama tahap tidur REM, ketika sebagian besar mimpi terjadi.
Individu dengan gangguan perilaku ini cenderung "bergerak" atau secara fisik menanggapi apa pun yang terjadi dalam mimpi mereka, yang tidak selalu menjadi hal bagus.
Seperti yang ditulis Sujay Kansagra dan Bradley Vaughn di Parasomnias, "Isi mimpi [...] dilaporkan menjadi lebih kasar saat dengan [gangguan perilaku tidur REM], dan melibatkan subjek diserang atau harus mempertahankan posisi atau hal lain."
Kansagra dan Vaughn juga mencatat bahwa sebagian besar individu dengan gangguan ini berusia di atas 50 tahun, meskipun insiden dan tingkat prevalensinya tidak jelas.
Orang-orang yang bermasalah seperti itu dapat membuat gerakan kacau yang sesuai dengan isi mimpi mereka, tetapi untungnya, mereka biasanya tidak secara fisik melakukan kekerasan, baik terhadap diri mereka sendiri atau orang lain.
Namun, perilaku kekerasan lebih sering terjadi pada pria daripada pada wanita dengan gangguan perilaku tidur REM.
Parasomnia ini dapat disebabkan oleh penggunaan pertama obat antidepresan oleh seseorang, tetapi stimulan seperti alkohol, kopi, dan cokelat juga dapat menjadi penyebabnya.
Selain itu, Kansagra dan Vaughn menunjukkan bahwa lebih dari 50 persen individu dengan narkolepsi - gangguan tidur lainnya - juga melaporkan gejala gangguan perilaku tidur REM.
Medical News Today
Comments
Post a Comment