Sebuah formula algoritma yang menggunakan kecerdasan buatan dapat mendiagnosis penyebab kebutaan secara otomatis dan lebih akurat yang berpotensi menghancurkan masa kanak-kanak dibandingkan kebanyakan dokter ahli.
Temuan ini diungkap dalam sebuah makalah yang diterbitkan di JAMA Ophthalmology.
Penemuan ini juga dapat membantu mencegah kebutaan pada banyak bayi yang terkena penyakit, yang disebut retinopati prematuritas, atau ROP. Musisi Stevie Wonder menjadi buta karena kondisi ini.
Algoritma ini secara akurat mendiagnosis 91 persen kondisi gambaran mata bayi dari waktu ke waktu. Di sisi lain, sebuah tim dengan delapan dokter dengan keahlian ROP yang memeriksa gambaran yang sama memiliki tingkat akurasi rata-rata 82 persen.
"Ada kekurangan besar dokter mata yang terlatih dan bersedia mendiagnosis ROP. Hal ini menciptakan kesenjangan besar dalam perawatan, bahkan di Amerika Serikat, dan sayangnya menyebabkan banyak anak di seluruh dunia tidak terdiagnosis," kata pimpinan penelitian itu. Michael Chiang, MD, seorang profesor oftalmologi dan informatika medis & epidemiologi klinis di OHSU School of Medicine dan dokter mata anak di Elks Children's Eye Clinic di OHSU Casey Eye Institute.
"Algoritma ini menyaring pengetahuan dokter mata yang terampil dalam mengidentifikasi ROP dan memasukkannya ke dalam model matematika, sehingga dokter yang mungkin tidak memiliki pengalaman yang sama tetap dapat membantu memberikan diagnosis pada bayi secara tepat waktu dan akurat," kata peneliti utama lainnya, Jayashree Kalpathy-Cramer, Ph.D., dari Athinoula A. Martinos Center for Biomedical Imaging di Massachusetts General Hospital, yang juga seorang profesor radiologi di Harvard Medical School.
Penyebab utama kebutaan pada masa kanak-kanak
Retinopati prematuritas disebabkan pertumbuhan pembuluh darah yang tidak normal di dekat retina, bagian yang peka cahaya di bagian belakang mata. Kondisi ini umum terjadi pada bayi prematur dan merupakan penyebab utama kebutaan pada masa kanak-kanak secara global.
National Eye Institute dari National Institutes of Health melaporkan bahwa hingga 16.000 bayi AS mengalami retinopati prematuritas sampai tingkat tertentu, tetapi hanya sampai 600 bayi setiap tahun yang dinyatakan menjadi buta secara hukum sebagai hasilnya. Kondisi ini menjadi lebih umum karena perawatan medis untuk bayi prematur meningkat.
Penyakit ini didiagnosis dengan memeriksa mata bayi secara visual. Dokter biasanya menggunakan alat pembesar yang menyinarkan cahaya ke mata bayi yang melebar, tetapi pendekatan itu dapat menyebabkan diagnosis variabel dan subjektif.
Kecerdasan komputasional
Kecerdasan buatan, juga disebut AI, memungkinkan mesin berpikir seperti manusia dan merupakan bidang yang tumbuh dalam perawatan kesehatan. Bulan lalu, FDA menyetujui alat AI yang mendeteksi penyakit mata terkait diabetes. Penelitian lain telah mencoba mengembangkan sistem komputerisasi untuk mendiagnosis retinopati prematuritas, tetapi tidak ada yang mampu menyamai akurasi diagnosis visual oleh dokter.
Algoritma ini secara khusus menggunakan pembelajaran mendalam, suatu bentuk AI yang meniru bagaimana manusia memandang dunia melalui penglihatan, termasuk mengidentifikasi objek. Para peneliti MGH menggabungkan dua model AI yang ada untuk membuat algoritma, sementara para peneliti OHSU mengembangkan standar referensi ekstensif untuk melatihnya.
Mereka pertama kali melatih algoritma untuk mengidentifikasi pembuluh retina di lebih dari 5.000 gambar yang diambil selama kunjungan bayi ke dokter mata. Selanjutnya, mereka melatihnya untuk membedakan antara pembuluh darah yang sehat dan yang sakit. Setelah itu, mereka membandingkan akurasi algoritma dengan ahli terlatih yang melihat gambar yang sama dan dapat menemukannya lebih baik daripada kebanyakan dokter ahli.
Tim riset seluruhnya sekarang bekerja dengan kolaborator di India untuk melihat apakah algoritma tersebut dapat mendiagnosis ROP pada bayi India dan seperti yang juga dilakukan pada kelompok bayi Kaukasia yang terlibat dalam penelitian ini. Mereka juga mengeksplorasi apakah algoritma tersebut dapat mendiagnosis kondisi di gambar bagian lain dari retina selain pembuluh. Tujuan utamanya adalah memungkinkan dokter untuk memasukkan teknologi ke dalam praktik klinis mereka.
Medical Xpress
Temuan ini diungkap dalam sebuah makalah yang diterbitkan di JAMA Ophthalmology.
Penemuan ini juga dapat membantu mencegah kebutaan pada banyak bayi yang terkena penyakit, yang disebut retinopati prematuritas, atau ROP. Musisi Stevie Wonder menjadi buta karena kondisi ini.
Algoritma ini secara akurat mendiagnosis 91 persen kondisi gambaran mata bayi dari waktu ke waktu. Di sisi lain, sebuah tim dengan delapan dokter dengan keahlian ROP yang memeriksa gambaran yang sama memiliki tingkat akurasi rata-rata 82 persen.
"Ada kekurangan besar dokter mata yang terlatih dan bersedia mendiagnosis ROP. Hal ini menciptakan kesenjangan besar dalam perawatan, bahkan di Amerika Serikat, dan sayangnya menyebabkan banyak anak di seluruh dunia tidak terdiagnosis," kata pimpinan penelitian itu. Michael Chiang, MD, seorang profesor oftalmologi dan informatika medis & epidemiologi klinis di OHSU School of Medicine dan dokter mata anak di Elks Children's Eye Clinic di OHSU Casey Eye Institute.
"Algoritma ini menyaring pengetahuan dokter mata yang terampil dalam mengidentifikasi ROP dan memasukkannya ke dalam model matematika, sehingga dokter yang mungkin tidak memiliki pengalaman yang sama tetap dapat membantu memberikan diagnosis pada bayi secara tepat waktu dan akurat," kata peneliti utama lainnya, Jayashree Kalpathy-Cramer, Ph.D., dari Athinoula A. Martinos Center for Biomedical Imaging di Massachusetts General Hospital, yang juga seorang profesor radiologi di Harvard Medical School.
Penyebab utama kebutaan pada masa kanak-kanak
Retinopati prematuritas disebabkan pertumbuhan pembuluh darah yang tidak normal di dekat retina, bagian yang peka cahaya di bagian belakang mata. Kondisi ini umum terjadi pada bayi prematur dan merupakan penyebab utama kebutaan pada masa kanak-kanak secara global.
National Eye Institute dari National Institutes of Health melaporkan bahwa hingga 16.000 bayi AS mengalami retinopati prematuritas sampai tingkat tertentu, tetapi hanya sampai 600 bayi setiap tahun yang dinyatakan menjadi buta secara hukum sebagai hasilnya. Kondisi ini menjadi lebih umum karena perawatan medis untuk bayi prematur meningkat.
Penyakit ini didiagnosis dengan memeriksa mata bayi secara visual. Dokter biasanya menggunakan alat pembesar yang menyinarkan cahaya ke mata bayi yang melebar, tetapi pendekatan itu dapat menyebabkan diagnosis variabel dan subjektif.
Kecerdasan komputasional
Kecerdasan buatan, juga disebut AI, memungkinkan mesin berpikir seperti manusia dan merupakan bidang yang tumbuh dalam perawatan kesehatan. Bulan lalu, FDA menyetujui alat AI yang mendeteksi penyakit mata terkait diabetes. Penelitian lain telah mencoba mengembangkan sistem komputerisasi untuk mendiagnosis retinopati prematuritas, tetapi tidak ada yang mampu menyamai akurasi diagnosis visual oleh dokter.
Algoritma ini secara khusus menggunakan pembelajaran mendalam, suatu bentuk AI yang meniru bagaimana manusia memandang dunia melalui penglihatan, termasuk mengidentifikasi objek. Para peneliti MGH menggabungkan dua model AI yang ada untuk membuat algoritma, sementara para peneliti OHSU mengembangkan standar referensi ekstensif untuk melatihnya.
Mereka pertama kali melatih algoritma untuk mengidentifikasi pembuluh retina di lebih dari 5.000 gambar yang diambil selama kunjungan bayi ke dokter mata. Selanjutnya, mereka melatihnya untuk membedakan antara pembuluh darah yang sehat dan yang sakit. Setelah itu, mereka membandingkan akurasi algoritma dengan ahli terlatih yang melihat gambar yang sama dan dapat menemukannya lebih baik daripada kebanyakan dokter ahli.
Tim riset seluruhnya sekarang bekerja dengan kolaborator di India untuk melihat apakah algoritma tersebut dapat mendiagnosis ROP pada bayi India dan seperti yang juga dilakukan pada kelompok bayi Kaukasia yang terlibat dalam penelitian ini. Mereka juga mengeksplorasi apakah algoritma tersebut dapat mendiagnosis kondisi di gambar bagian lain dari retina selain pembuluh. Tujuan utamanya adalah memungkinkan dokter untuk memasukkan teknologi ke dalam praktik klinis mereka.
Medical Xpress
Comments
Post a Comment