Setelah terdampak letusan gunung, koloni burung bisa muncul lagi

Saat gunung api meletus dan mengubur sarang-sarang burung laut, ke manakah mereka pergi? Pada tahun 2008, letusan gunung berapi Kasatochi di kepulauan Aleutian memberikan kesempatan langka untuk melacak bagaimana populasi burung di pulau burung auklet Crested dan Least merespons ketika koloni bersarang mereka tiba-tiba dihancurkan.

Studi baru dari The Auk: Ornithological Advances menunjukkan, burung-burung itu secara mengejutkan dapat beradaptasi, membangun koloni baru di habitat yang baru saja terbentuk di dekatnya hanya dalam waktu empat tahun.

Crested dan Least auklet bergantung pada habitat yang harus dijaga dari gangguan yang terus-menerus - mereka bersarang di celah-celah di lereng talus yang dibentuk oleh bebatuan jatuh, yang akhirnya tidak dapat digunakan ketika celah-celah tersebut diisi dengan tanah dan puing-puing. Letusan gunung api tahun 2008 mengubur semua habitat bersarang yang cocok bagi 100.000 Crested Auklet dan 150,000 Least Auklet yang telah bersarang di Kasatochi.

Pakar Survei Geologis AS Gary Drew dan rekan-rekannya meneliti pulau dan komunitas burungnya menggunakan perahu boat dua kali sebelum letusan dan lima kali dalam delapan tahun pertama sesudahnya, serta memasang kamera dengan rekaman selang-waktu (time-lapse) di dua lokasi di Kasatochi untuk memantau aktivitas auklet.

Sebelas bulan setelah letusan, burung-burung tersebut duduk di atas lapisan abu tebal yang menutupi bekas tempat bersarang mereka, tanpa ada tanda-tanda pembuatan sarang yang sukses; jumlah auklet yang muncul di lokasi tersebut juga menurun setiap tahun. Namun, pada tahun 2012, Drew dan rekan-rekannya menemukan koloni auklet baru di padang talus yang baru saja terbentuk di utara lokasi koloni asli. Survei burung di laut menunjukkan bahwa beberapa di antara mereka mungkin juga telah pindah ke pulau lain di dekatnya.

"Kami terkejut pada kecepatan di mana auklet mampu bergeser dan memanfaatkan situs koloni baru. Burung-burung ini biasanya bersarang di koloni yang sangat besar, sehingga mungkin ada titik kritis di mana habitat baru yang tersedia bergeser dengan cepat dari situs bersarang yang tidak ada atau memiliki kepadatan rendah ke situs bersarang berkepadatan tinggi," kata Drew. "Untungnya, kedua auklet Crested and Least saat ini berjalan dengan baik dan kami tidak khawatir mengenai status kedua spesies ini. Ini artinya, temuan ini memberi kami gambaran potensial untuk memprediksi lintasan populasi auklet dalam menanggapi hilangnya habitat dan menafsirkan perilaku auklet terkait peristiwa gangguan di masa depan."

"Letusan gunung berapi di Kasatochi pada tahun 2008 memberikan kesempatan langka untuk mendokumentasikan respons koloni burung laut terhadap penghancuran habitat sarang mereka secara tiba-tiba dan komplet. Studi ini memanfaatkan peluang itu dan memberi kami sekilas gambaran kemampuan spesies ini untuk berpencar ke koloni terdekat dan menjajal habitat baru," tambah Heather Major Universitas New Brunswick, seorang pakar burung laut Aleutian yang tidak terlibat dalam penelitian ini. "Oleh karena itu, penelitian ini penting bagi pemahaman kita tentang penyebaran dan pemilihan habitat, dan lebih umum lagi, kemampuan kedua spesies ini untuk menanggapi gangguan besar di koloni bersarang mereka."

 

Science Daily

Comments