Studi ini gali kaitan epilepsi dan gangguan mood

Gangguan mood, termasuk depresi, adalah kondisi komorbiditas yang paling umum pada individu dengan epilepsi, namun penyebabnya tetap tidak jelas.

Hasil dari studi Epilepsia terbaru menunjukkan bahwa kemungkinan terdapat kerentanan genetik bersama terhadap kondisi ini, yang hanya diekspresikan pada orang dengan epilepsi fokus (yakni kejang dimulai di salah satu bagian otak).

Dalam studi tersebut, yang melibatkan 60 keluarga tidak biasa yang terdiri dari banyak individu dengan epilepsi, prevalensi gangguan mood seumur hidup meningkat secara signifikan pada orang dengan epilepsi fokus tetapi tidak pada orang dengan epilepsi umum.

Prevalensi gangguan mood juga meningkat pada penderita epilepsi yang memiliki kerabat dengan epilepsi fokus. Di antara anggota keluarga yang tidak menderita epilepsi, prevalensi gangguan mood seumur hidup tampak lebih tinggi dibandingkan populasi umum, namun hasil ini tidak mencapai nilai statistik yang signifikan.

"Secara bersamaan, temuan ini konsisten dengan hipotesis kerentanan genetik bersama terhadap epilepsi dan gangguan mood, namun pengaruhnya terbatas pada epilepsi fokus dan hanya dapat diekspresikan oleh individu-individu, yang gen-gennya yang rentan terhadap epilepsi adalah 'penetran'-, pada orang yang memiliki epilepsi," kata peneliti senior Dr. Gary Heiman, dari Rutgers University.

Sementara komorbiditas gangguan mood dan epilepsi telah diketahui sejak lama, gangguan mood kurang dikenali dan kurang diobati pada orang-orang yang menderita epilepsi, kata peneliti Dr. Ruth Ottman dari Columbia University.

"Studi ini menunjukkan pentingnya penyeleksian dan pengobatan," katanya. "Penelitian lain diperlukan untuk mengidentifikasi gen-gen spesifik yang meningkatkan risiko pada dua kelainan tersebut, dan dapat mengarahkan pada pengembangan pengobatan baru yang menjanjikan."

Sumber: Alpha Galileo

Comments