Bersembunyi dari iklim lebih hangat di hutan

Ketika mempelajari pengaruh perubahan iklim terhadap keanekaragaman hayati, penting untuk mempertimbangkan iklim di dekat tanah (iklim mikro) yang dialami tanaman atau hewan. Lingkungan yang lebih dalam, hutan tua yang lebat, atau tempat yang dekat dengan air misalnya, selalu jauh lebih dingin daripada lingkungannya.

"Mengetahui di mana refugia iklim dingin berada dalam suatu lanskap berarti kita dapat melindungi titik-titik dingin ini dan membantu banyak spesies yang beradaptasi pada dingin untuk bertahan dalam iklim yang lebih hangat. Mengetahui bagaimana iklim mikro yang lebih dingin dihasilkan berarti kita bisa menciptakan tempat yang lebih dingin dengan mengelola hutan kita dengan bijak," kata Dr. Caroline Greiser, mahasiswa PhD di Departemen Ekologi, Ilmu Lingkungan dan Ilmu Tanaman.

Para ilmuwan menemukan bahwa suhu maksimum musim panas di dasar hutan dapat berbeda lebih dari 10°C hanya dengan jarak 100 meter.

"Kami juga menemukan bahwa hutan memainkan peran dominan dalam mengendalikan hangatnya suhu di dekat dasar tanah di musim panas, lebih banyak dibandingkan topografi lokal. Dengan kata lain, perbedaan suhu antara tegakan hutan yang terbuka dan padat lebih besar daripada perbedaan antara cuaca cerah dan sisi teduh di bukit," kata Caroline Greiser.

Para periset menghasilkan peta iklim mikro untuk area seluas 16.000 km2 di Swedia tengah (meliputi bagian-bagian dari Värmland, Örebro län, Västmanland dan Dalarna) dengan bantuan data logger suhu yang kecil, tidak lebih besar dari kuku jari. Data logger itu tersebar di seluruh wilayah dan diukur mendekati suhu tanah selama satu tahun.

Mereka membuat peta untuk bulan-bulan yang berbeda dalam setahun dan baik pada suhu minimum dan maksimum, karena lanskap mikrolimatik tampaknya berubah sepanjang tahun. Kelompok penelitian selanjutnya menyelidiki jenis iklim mikro apa yang dibutuhkan spesies untuk bisa bertahan hidup. Peta tersebut dapat digunakan tidak hanya untuk penelitian iklim dan hutan lebih lanjut, namun juga untuk perencanaan konservasi dan penggunaan lahan.

"Kami berharap penelitian ini meningkatkan kesadaran bahwa kepadatan hutan memiliki dampak yang besar terhadap lanskap mikrolimatik dan bahwa pengelolaan hutan berpotensi memperlambat hilangnya keanekaragaman hayati. Langkah konkret dapat mengurangi fragmentasi hutan atau menciptakan zona penyangga di sekitar tempat yang dingin sehingga mereka tetap dingin, saat hutan terdekat ditebang," kata Caroline Greiser.

Sumber: Eureka Alert

Comments